Selasa, 08 Januari 2013

Penanaman Mangrove



Oleh: Rofinus Emi Lejap

Ajir Penguat Mangrove

Pembenihan Mangrove

Salah satu faktor keberhasilan penanaman dalam bibit atau benih yang baik dengan mengikuti aturan sebagai berikut:
a. Bibit dari biji yang sudah tua di pohon
b. Tidak terserang hama dan penyakit
c. Ditangani secara benar dari pemanenan, pengangkutan dan penyimpanan
d. Dipilih bibit yang sehat dari pohon dengan daun yang mengkilap dan hijau
e. Media pembenihan sebaiknya menggunakan tanah lumpur supaya akar tidak goyang

Pengangkutan Anakan Mangrove

Pengangkutan anakan mangrove dan penanganan sebelum ditanam dari lokasi pembibitan sampai ke tempat penampungan sementara harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:
a. Sependek mungkin waktu perjalanan
b. Jangan sampai merusak daun, batang maupun akar
c. Sebaiknya di atas kendaraan dilindungi dengan terpal
d. Dilakukan secara manual dengan tenaga manusia
e. Jumlah bibit yang diangkut ke lokasi penanaman harus diperhitunkan dengan kemampuan menanam dalam satu hari


Persiapan Penanaman Mangrove

Penanaman Mangrove
Sebelum melakukan penanaman, beberapa hal perlu dipersiapkan yaitu:

Benih: benih yang siap tanam, dipilih yang daunnya berwarna hijau segar dan mengkilat.

* Ajir: adalah sepotong kayu atau belahan bambu yang disiapkan untuk menopang tanaman mangrove. Bila dibuat dari bambu belah, dibuat dengan panjang 70 cm dan dibelah setebal 1 cm yang nantinya akan dipakai sebagai penguat batang mangrove saat ditanam

* Tali Rafia: tali rafia digunakan untuk menarik garis lurus sebagai jalur mangrove ditanam dan mengikat batang mangrove pada ajir agar kuat dan tidak mudah terseret air pasang.

* Sarana penunjang berupa alat kerja yang dipakai waktu menanam mangrove.

Pemerhati Lingkungan

Teknik Penanaman Mangrove

  1. Tarik tali rafia sepanjang jumlah peserta bila jumlah orang yang akan menanam mangrove banyak, sehingga lurus dan teratur. Bila yang menanam mangrove hanya terdiri satu atau dua orang, tali raffia juga tetap dipasang secara bebas.
  2. Tanam menggunakan alat bantu seperti linggis, kayu atau bambu yang diruncingkan sehingga lebih mudah dan aman.
  3. Pada setiap tanaman mangrove baru, tanamkan ajir dan ikat tanaman mangrove dengan tali raffia agar tidak dihanyutkan air pasang.
  4. Adakan pengontrolan secara rutin untuk segera memperbaiki tanaman baru bila jatuh atau bila hanyut segera diganti dengan yang baru.
  5. Tanaman mangrove dianggap aman, bila sudah berakar kuat sehingga tidak gampang tercabut.

Anak SD Menanam Mangrove
Demikian persiapan dan teknik sederhana yang dapat dipraktekan oleh setiap orang yang hendak melestarikan tanaman mangrove demi menunjang kehidupan dan keselamatan pulau dari bahaya abrasi.
Dari beberapa sumber.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar